Denpasar, Bali – BIM University kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus berorientasi IIE (Information Technology Skills, Industry Skills, dan Entrepreneurship) dengan memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja sama strategis dengan iPaymu, salah satu perusahaan teknologi finansial dan layanan digital terkemuka di Indonesia, dalam penyelenggaraan event kolaboratif bertajuk “BIM Bali x Bali Future Lab” yang akan diselenggarakan pada 9–10 Juli 2026 di Kampus BIM University, Bali.
Kolaborasi ini menjadi langkah nyata BIM University dalam menghadirkan ekosistem pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori di ruang kelas, tetapi juga memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan pelaku industri, praktisi, startup, investor, hingga pakar teknologi dari berbagai negara.
Mengusung tema besar “Tourism and Sustainability: Artificial Intelligence and the Future of Hospitality”, BIM Bali x Bali Future Lab akan menjadi wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk mendiskusikan masa depan industri pariwisata dan perhotelan yang semakin terdigitalisasi melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) serta inovasi berkelanjutan.
Yang menarik, event ini mengintegrasikan empat konsep utama dalam satu rangkaian kegiatan, yaitu:
• Conference, menghadirkan pembicara nasional dan internasional yang terdiri dari akademisi, CEO dan Founder perusahaan-perusahaan teknologi, praktisi industri digital, serta unsur pemerintah termasuk Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bali, yang akan membahas perkembangan teknologi, industri pariwisata, sustainability, startup, dan transformasi digital.
• Hackathon, sebagai kompetisi inovasi bagi mahasiswa, pelajar, startup, serta komunitas teknologi untuk menciptakan solusi digital yang relevan dengan kebutuhan industri.
• Exhibition, yang menampilkan karya inovatif mahasiswa, startup, mitra industri, serta berbagai teknologi terbaru.
• Entertainment, yang akan menjadi puncak kemeriahan acara pada hari kedua penyelenggaraan, menghadirkan berbagai pertunjukan dan aktivitas kreatif yang memberikan pengalaman menarik bagi seluruh peserta.
Rektor BIM University, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan ini sebagai bagian dari implementasi visi kampus dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi teknologi, memahami kebutuhan industri, serta memiliki jiwa kewirausahaan.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri merupakan kunci dalam menciptakan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan zaman serta mampu bersaing di tingkat global.
Persiapan penyelenggaraan event terus dimatangkan melalui koordinasi intensif antara kedua belah pihak. Dalam pertemuan yang dilaksanakan hari ini, hadir CMO sekaligus Head of Business Development iPaymu, Silvia Ratna Ariani, beserta jajaran tim iPaymu. Dari pihak BIM University, rapat koordinasi dipimpin oleh Ketua Koordinator Acara, Akmil Asril, S.S., M.M., bersama tim penyelenggara.

Pertemuan tersebut membahas berbagai aspek teknis dan strategis penyelenggaraan acara, mulai dari penyusunan agenda konferensi, pelaksanaan hackathon, kolaborasi dengan mitra industri, hingga kehadiran pembicara internasional.
BIM Bali x Bali Future Lab juga akan menghadirkan narasumber dari berbagai negara, di antaranya New Zealand, Jerman, dan Australia, yang akan berbagi pengalaman, wawasan, serta praktik terbaik mengenai perkembangan Artificial Intelligence, transformasi digital, industri hospitality masa depan, hingga inovasi berkelanjutan dalam sektor pariwisata global.
Kehadiran para pembicara internasional tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif global sekaligus membuka peluang kolaborasi akademik, penelitian, dan industri antara BIM University dengan berbagai institusi dan perusahaan luar negeri.
Melalui penyelenggaraan BIM Bali x Bali Future Lab, BIM University semakin menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis industri (Industry Immersive Education), dengan menghubungkan mahasiswa secara langsung dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan teknologi terkini, serta tantangan global di era transformasi digital.
Event ini diharapkan menjadi salah satu agenda inovasi terbesar di Bali yang mempertemukan akademisi, pelaku industri, pemerintah, startup, investor, komunitas teknologi, serta generasi muda untuk bersama-sama menciptakan solusi inovatif bagi masa depan pariwisata, teknologi, dan ekonomi kreatif Indonesia.












