Buleleng – Universitas Bali Internasional Muhammadiyah (BIM University) memulai pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama mitra UD Sari Mekar di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mengidentifikasi berbagai potensi dan kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha sebelum pelaksanaan program pendampingan secara menyeluruh.
FGD dilaksanakan sebagai bagian dari proses pemetaan kebutuhan (needs assessment) guna memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi usaha yang dijalankan oleh UD Sari Mekar. Melalui diskusi yang berlangsung secara interaktif, tim pengabdian bersama pengelola usaha dan anggota kelompok tani membahas berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari proses produksi, pengolahan produk, standar mutu, hingga pemasaran dan pengembangan usaha.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) BIM University, Ni Putu Vida Indriani Putri, S.TP., M.TP., didampingi Ketua Program Studi Teknologi Pangan, Siwi Manganti, S.P., M.M., Ketua Program Studi Kewirausahaan, Bayu Wardhana, S.E., M.M., serta Ketua Program Studi Bisnis Digital, Akmil Asril, S.S., M.M.. Dari pihak mitra, kegiatan dihadiri oleh Ketua UD Sari Mekar, Bapak Ihwan, beserta anggota kelompok tani Desa Pegayaman.
Ketua LPPM BIM University, Ni Putu Vida Indriani Putri, menjelaskan bahwa FGD merupakan tahapan penting untuk memastikan program pengabdian yang dilaksanakan benar-benar menjawab kebutuhan mitra.
“Kami ingin setiap program pengabdian diawali dengan identifikasi permasalahan yang komprehensif sehingga solusi yang diberikan tepat sasaran. Kolaborasi lintas program studi memungkinkan kami menghadirkan pendampingan yang lebih menyeluruh sesuai dengan kebutuhan mitra,” ujarnya.
Berdasarkan hasil diskusi, diperoleh sejumlah isu utama yang menjadi perhatian bersama, antara lain perlunya inovasi produk berbasis kopi, peningkatan standar proses pengolahan kopi, penguatan manajemen usaha, serta optimalisasi strategi pemasaran dan penjualan melalui platform digital.
Menindaklanjuti hasil FGD tersebut, BIM University akan melaksanakan program pendampingan secara kolaboratif yang melibatkan tiga program studi. Program Studi Teknologi Pangan akan memberikan pendampingan dalam pengembangan inovasi produk pangan dan standarisasi proses pengolahan kopi untuk meningkatkan mutu dan konsistensi produk. Program Studi Kewirausahaan akan mendampingi penguatan manajemen usaha, pengembangan model bisnis, dan peningkatan daya saing usaha. Sementara itu, Program Studi Bisnis Digital akan berfokus pada penguatan pemasaran digital, branding, pemanfaatan media sosial, serta strategi penjualan melalui berbagai platform digital.
Ketua UD Sari Mekar, Bapak Ihwan, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, pendampingan dari perguruan tinggi sangat dibutuhkan untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas akses pasar.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat, BIM University berharap program pengabdian ini dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan usaha berbasis potensi lokal di Desa Pegayaman. Kolaborasi multidisiplin yang melibatkan bidang teknologi pangan, kewirausahaan, dan bisnis digital diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk, memperkuat kapasitas pelaku usaha, serta mendorong transformasi pemasaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Pelaksanaan FGD ini menjadi fondasi awal dalam penyusunan program kerja pengabdian kepada masyarakat yang akan dilaksanakan secara bertahap. Dengan mengedepankan pendekatan partisipatif dan berbasis kebutuhan mitra, BIM University berkomitmen menghadirkan solusi yang aplikatif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi UD Sari Mekar dan masyarakat Desa Pegayaman.












