BIMUNIV.AC.ID — Sebagai wujud nyata pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian dan pendampingan masyarakat, Tim Pemberdayaan Masyarakat BIM University menggelar program Pelatihan dan Pendampingan Desain Kemasan Produk Kopi bagi Kelompok Tani Sari Mekar. Kegiatan ini berfokus pada pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan aplikasi desain Canva guna mendorong modernisasi produk pertanian lokal agar mampu bersaing di pasar digital.
Pelaksanaan program pendampingan ini dimotori oleh tim dosen yang terdiri dari Ni Luh Widi Rahayu, S.Kom., M.T. dan Bayu Wardhana, S.E., M.M., serta didukung oleh tenaga kependidikan dari divisi media, I Putu Agus Seniartawan, A.Md. Kehadiran tim multidisiplin ini menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam menjembatani inovasi akademis dengan kebutuhan nyata masyarakat, khususnya generasi muda di sektor pertanian.

Transformasi Fungsi Kemasan: Dari Sekadar Pembungkus Menjadi Alat Pemasaran Modern
Program ini dirancang secara khusus untuk menjawab tantangan era digital, di mana kemasan produk tidak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung fisik (protective function), tetapi juga memegang peranan krusial sebagai media komunikasi merek (branding tool) dan strategi pemasaran (marketing strategy). Melalui pendekatan yang aplikatif, para petani kopi muda diajak untuk merevolusi cara pandang mereka terhadap pentingnya identitas visual sebuah produk.
Pelatihan dan pendampingan terbagi ke dalam dua tahapan utama yang terintegrasi:
Tahap 1: Eksplorasi Konsep Kreatif Berbasis AI
Pada tahapan awal, para peserta diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) sebagai akselerator dalam proses pencarian ide (brainstorming). Penggunaan AI terbukti memberikan pengalaman serta efisiensi baru bagi para petani kopi. Kebutuhan desain grafis yang dulunya terkesan rumit dan memakan waktu kini dapat disederhanakan.
Melalui AI, peserta diajak menggali berbagai referensi konsep visual, penentuan skema warna, pembuatan ilustrasi, hingga pembentukan karakter identitas produk yang mencerminkan kekhasan kopi lokal mereka.
Catatan Penting: Tim pendamping menekankan bahwa teknologi AI dihadirkan bukan untuk menggantikan kreativitas manusia, melainkan sebagai alat bantu (tools) untuk mempercepat penemuan ide. Keunikan identitas lokal, cerita di balik produk, serta nilai-nilai otentik yang dimiliki Kelompok Tani Sari Mekar tetap menjadi ruh utama dari setiap desain yang dihasilkan.
Tahap 2: Visualisasi Desain Konkret Menggunakan Canva
Memasuki tahap kedua, ide-ide kreatif yang telah dikembangkan bersama AI kemudian ditransformasikan ke dalam bentuk visualisasi nyata menggunakan platform Canva. Metode yang diterapkan adalah learning by doing, di mana peserta tidak hanya menerima materi teoritis, melainkan langsung mempraktikkan pembuatan desain secara real-time.
Dalam sesi praktis ini, peserta dibimbing secara intensif untuk menguasai berbagai fitur Canva, antara lain:
- Pengaturan Tata Letak (Layout): Menyusun elemen visual agar tampak proporsional dan estetis.
- Tipografi & Warna: Memilih jenis huruf yang mudah dibaca serta memadukan warna yang selaras dengan citra merek kopi.
- Elemen Visual & Logo: Menempatkan foto produk berkualitas tinggi dan logo kelompok tani secara strategis.
- Penyusunan Informasi Produk: Menyusun komposisi, legalitas, serta narasi produk agar informatif dan komunikatif bagi calon pembeli.
Mendorong Kemandirian Ekonomi dan Daya Saing Pasar
Dosen pembimbing kegiatan, Bayu Wardhana, S.E., M.M., menjelaskan bahwa peningkatan daya saing komoditas kopi lokal harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya bertumpu pada kualitas cita rasa (taste profile), melainkan juga pada persepsi publik terhadap produk tersebut.
“Kemasan adalah elemen pertama yang berinteraksi langsung dengan konsumen. Kemasan yang dirancang secara profesional dan estetis akan meningkatkan perceived value atau nilai jual produk, baik saat dipajang di etalase toko fisik maupun di berbagai platform marketplace digital. Hal ini menjadi kunci utama untuk memperkuat identitas kopi lokal di tengah persaingan pasar yang semakin ketat,” ujar Bayu.
Melalui program pemberdayaan ini, Kelompok Tani Sari Mekar diharapkan mampu bertransformasi dari sekadar produsen komoditas mentah menjadi pelaku usaha yang memiliki produk bernilai tambah tinggi dengan merek yang kuat. Selain itu, kegiatan ini menjadi langkah strategis universitas dalam mencetak generasi petani muda yang melek teknologi (tech-savvy) dan siap menghadapi tantangan ekonomi digital di masa depan.












