en

BIM University Jajaki Penguatan Kolaborasi dengan KKP untuk Pemberdayaan Nelayan Merah Putih

by | Oct 29, 2026 | Berita, News | 0 comments

JAKARTA, BIM University – Universitas Bali Internasional Muhammadiyah (BIM University) memperkuat komunikasi dan sinergi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP) dalam mendukung pemberdayaan masyarakat nelayan serta pengembangan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.

Upaya tersebut ditandai dengan pertemuan Rektor BIM University, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, di Jakarta, Rabu (28/10/2026). Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk membahas peran perguruan tinggi dalam mendukung agenda pembangunan kelautan dan perikanan, khususnya melalui penguatan kapasitas masyarakat pesisir.

Kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung enam prioritas KKP melalui kontribusi akademik, penelitian, inovasi, pengembangan sumber daya manusia, dan pengabdian kepada masyarakat. BIM University memandang sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah sebagai salah satu langkah penting untuk mempertemukan keahlian akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Rektor BIM University, Prof. Harun Joko Prayitno, menegaskan bahwa perguruan tinggi perlu mengambil bagian dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan yang relevan dan berdampak.

Menurutnya, pengetahuan dan hasil penelitian yang dikembangkan di lingkungan kampus perlu diimplementasikan agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas. Melalui kolaborasi dengan KKP, BIM University berupaya membuka peluang kontribusi dalam penguatan kompetensi masyarakat, pengembangan inovasi, serta pemberdayaan nelayan Merah Putih.

Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program agar kerja sama yang dibangun tidak berhenti pada tataran komunikasi antarlembaga, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir.

Tridarma Perguruan Tinggi untuk Penguatan Masyarakat Pesisir

Pemberdayaan masyarakat nelayan membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Selain dukungan terhadap kegiatan ekonomi dan pengelolaan sektor perikanan, peningkatan pengetahuan serta keterampilan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendorong kemandirian dan daya saing usaha.

Dalam konteks tersebut, BIM University memiliki ruang untuk berkontribusi melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Bentuk kontribusi yang dapat dikembangkan antara lain pelatihan peningkatan kapasitas, penelitian mengenai potensi wilayah pesisir, penerapan inovasi, serta pendampingan masyarakat sesuai kebutuhan dan karakteristik daerah.

Pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat diharapkan dapat membantu mengidentifikasi potensi lokal sekaligus merumuskan solusi yang sesuai dengan kondisi nelayan. Dengan demikian, program pemberdayaan dapat diarahkan tidak hanya pada peningkatan keterampilan, tetapi juga pada penguatan kemampuan masyarakat dalam mengelola sumber daya kelautan dan perikanan secara produktif.

Keterlibatan perguruan tinggi juga membuka peluang pemanfaatan hasil penelitian untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat pesisir. Sinergi antara peneliti, pemerintah, dan masyarakat dapat menjadi landasan dalam membangun program yang lebih tepat sasaran dan berorientasi pada keberlanjutan.

Mendukung Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih

Salah satu konteks penting pemberdayaan masyarakat pesisir adalah pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), program yang diarahkan untuk memperkuat ekosistem usaha perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan kawasan nelayan memerlukan dukungan yang tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga dengan kesiapan sumber daya manusia, pengelolaan usaha, pemanfaatan teknologi, serta penguatan akses terhadap pasar. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi berpotensi memperluas dukungan terhadap pengembangan masyarakat di kawasan pesisir.

Melalui kapasitas akademik yang dimiliki, BIM University berpeluang mengambil peran dalam pengembangan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, penyusunan kajian berbasis potensi lokal, serta pendampingan yang mendukung keberlanjutan program pemberdayaan.

Sinergi tersebut juga sejalan dengan pentingnya membangun pola pembangunan yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Dengan memperhatikan kebutuhan, pengalaman, dan potensi setempat, program pengembangan kawasan nelayan diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.

Memperluas Kontribusi Perguruan Tinggi bagi Pembangunan Nasional

Bagi BIM University, penguatan hubungan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan merupakan bagian dari upaya memperluas peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional. Kemitraan dengan lembaga pemerintah memberikan peluang untuk menghubungkan keunggulan akademik dengan kebutuhan strategis di berbagai sektor.

Melalui pengembangan kerja sama yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, BIM University berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, mendorong pemanfaatan inovasi, serta meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir dalam mengembangkan potensi wilayahnya.

Sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi fondasi bagi lahirnya program pemberdayaan yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan demikian, pengembangan sektor kelautan dan perikanan tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas, tetapi juga pada penguatan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat nelayan Indonesia.

Beasiswa Icon KLAIM BEASISWA