en

Prof. Harun Dorong BIM University Percepat Penguatan Riset dan Budaya Akademik

by | Sep 24, 2026 | Berita, News

Denpasar, Bali — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan BIM University terus mendorong penguatan kapasitas akademik serta budaya riset di lingkungan perguruan tinggi. Komitmen tersebut kembali ditegaskan Rektor UMS sekaligus BIM University, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, dalam kegiatan Pelatihan Penulisan Proposal Hibah Nasional untuk Dosen Muda dan Vokasi Batch 4 yang berlangsung di BIM University, 23–25 September 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Prof. Harun menilai pengalaman UMS dalam membangun tradisi penelitian dapat menjadi referensi bagi BIM University untuk mempercepat pengembangan ekosistem riset. Menurutnya, kemajuan perguruan tinggi dalam bidang penelitian tidak hanya ditentukan oleh jumlah kegiatan akademik, tetapi juga oleh kemampuan dosen menghasilkan gagasan, membangun kolaborasi, serta berkompetisi dalam memperoleh pendanaan penelitian.

“UMS menjadi pelopor RISPRO LPDP dan BIM akan kami ajak untuk berlari,” ujar Prof. Harun.

Ia menjelaskan, pengembangan budaya penelitian membutuhkan proses yang terarah dan dukungan ekosistem akademik yang memadai. Dosen perlu mendapatkan ruang untuk mengembangkan ide penelitian, meningkatkan keterampilan menyusun proposal, membangun jaringan dengan peneliti lain, hingga menghasilkan luaran yang memberikan manfaat nyata.

Karena itu, penguatan kompetensi dosen menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian. Prof. Harun secara khusus mendorong dosen muda dan dosen vokasi untuk lebih aktif mengambil peluang pendanaan penelitian, termasuk melalui berbagai skema hibah nasional.

Menurutnya, kemampuan akademik tidak cukup hanya diwujudkan melalui gagasan yang menarik. Sebuah ide penelitian harus dikembangkan menjadi proposal yang mampu menunjukkan unsur kebaruan, metodologi yang jelas, target luaran yang terukur, serta relevansi terhadap kebutuhan masyarakat.

“Dosen tidak cukup hanya memiliki gagasan yang baik. Gagasan tersebut harus mampu dituangkan dalam proposal yang memiliki kebaruan, metodologi yang kuat, luaran yang jelas, dan manfaat yang dapat dirasakan,” tuturnya.

Pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan teknis dalam menyusun proposal. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal terbentuknya kelompok-kelompok riset yang dapat berkembang melalui kerja sama antardosen maupun kolaborasi lintas perguruan tinggi.

Prof. Harun menilai jejaring akademik memiliki peran penting dalam memperluas kesempatan penelitian. Kolaborasi memungkinkan dosen bertukar pengetahuan, mengembangkan topik penelitian secara lebih luas, serta meningkatkan peluang menghasilkan publikasi dan inovasi yang memiliki dampak lebih besar.

Ia juga mengajak seluruh sivitas akademika BIM University membangun pola pengembangan kompetensi yang berorientasi pada hasil. Setiap kegiatan peningkatan kapasitas diharapkan memiliki tindak lanjut yang terukur, seperti lahirnya proposal penelitian, publikasi ilmiah, kerja sama riset, maupun inovasi yang dapat diterapkan untuk menjawab persoalan di masyarakat.

“BIM memiliki energi dan potensi yang besar. Tugas kita adalah mengembangkan potensi tersebut agar dapat tumbuh lebih cepat, membangun jejaring yang lebih luas, dan menghasilkan prestasi akademik yang semakin kuat,” katanya.

Pelaksanaan Pelatihan Penulisan Proposal Hibah Nasional Batch 4 menjadi salah satu langkah untuk memperkuat arah pengembangan tersebut. Keterlibatan dosen muda dan vokasi dari berbagai institusi juga memberikan ruang bagi terjadinya pertukaran pengalaman, gagasan, serta peluang kerja sama penelitian.

Prof. Harun berharap pengalaman yang dimiliki UMS dapat berjalan beriringan dengan semangat pengembangan BIM University. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat tradisi riset, publikasi ilmiah, dan inovasi di lingkungan BIM University.

“Kita ingin BIM tidak hanya berjalan, tetapi berlari bersama untuk membangun tradisi riset, publikasi, dan inovasi yang kuat,” pungkasnya.

Beasiswa Icon KLAIM BEASISWA