en

Gen Z Indonesia Dalam Bayang-bayang Pengangguran

by | Jan 20, 2025 | Berita | 0 comments

Gen Z di tahun 2024 tercatat dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) termasuk kedalam golongan pengangguran terbuka di Indonesia. Salah satu penyebab utama yang menyebabkan sulitnya memperoleh pekerjaan adalah tingginya angka lulusan baru yang juga harus berebut memasuki pasar kerja. Sementara itu, pertumbuhan hingga persebaran lapangan tidak mampu mengimbangi jumlah lulusan Universitas atau SLTA.

Meski secara umum Gen Z termasuk dalam generasi yang sangat melek teknologi, mereka sering kesulitan memperleh pekerjaan. Lalu, apakah yang menyebabkan mereka kesulitan mencari pekerjaan? Apakah benar Gen Z sangat pemilih dalam mencari pekerjaan atau memang semakin menipisnya jumlah lowongan pekerjaan?

Nah, bagi kamu, terkhusus Gen Z, berikut ini akan dibahas tentang permasalahan di atas secara lengkap dalam artikel di bawah ini.

Gen Z Adalah…

Gen Z adalah…

Secara umum, Gen Z atau generasi Z adalah orang-orang yang lahir diantara tahun 1996-2012. Orang-orang yang lahir di tahun tersebut, saat ini telah memasuki usia remaja, duduk di bangku kuliah, hingga ada yang sudah bekerja. Generasi Z berasal dari kata Zoomer, karena mereka lahir dan tumbuh dengan era perkembangan teknologi yang sangat pesat. Sehingga, generasi ini memiliki kemampuan untuk terus mengikuti perkembangan teknologi dan internet secara lebih akurat dan dekat.

Berbeda dengan genarsi sebelumnya, generasi Z cenderung lebih keritis dan sangat terbuka tehadap fenomena dan isu-isu yang ada, baik sekala local maupun Internasional. Di lingkungan dunia professional, generasi ini memiliki prilaku dan kepribadian yang unik. Mereka sangat mengutamakan keseimbangan hidup, pekerjaan yang lebih fleksibel, serta berkelanjutan baik dsari segi jenjang karier ataupun pendapatan. Selian itu, mereka juga mengharapkan dapat bekerja di perusahaan atau organisasi yang memiliki nilai-nilai yang sesuai dengan prinsip hidupnya, seperti Inklusivitas dan penuh kreativitas.

Realitanya Gen Z Banyak yang Jadi Pengangguran

Realitanya Gen Z Banyak yang Jadi Pengangguran

Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) di Februari 2024, tercatat ada sekitar 3,6 juta generasi-Z yang menjadi pengangguran atau Not Employment, Education, or Training (NET). Secra sederhana, NET merupakan penduduk usia muda yang tidak sekolah namun tidak bekerja atau mengikuti pelatihan. Sementara itu, jumlah pengangguran terbuka di Indonesia mencapaiu 7,2 juta. Artinya, generasi ini telah menyumbang 50,29 persen total pengangguran di Indonesia. Bahkan, menurut Dosen Universitas Paramadina, Tia Rahmania, telah memproyeksikan di tahun 2025, Gen Z akan mendominasi sekitar 27% total populasi tenaga kerja.

Faktor-faktor yang Menyebabkan Generasi-Z Banyak yang Jadi Pengangguran

Faktor-faktor yang Menyebabkan Generasi-Z Banyak yang Jadi Pengangguran

Berikut ini beberapa faktor atau hal yang menyebabkan generasi Z banyak yang menjadi pengangguran.

  • Tidak Memiliki Skill

Banyaknya generasi-Z yang tidak memiliki skill yang sesuai dengan kebutuhan tenaga pasar. Bahkan, mereka yang lulusan Univetrsitas juga tidak memiliki keahlian yang relevan dengan tuntutan industry saat ini.

  • Persaingan yang Tinggi

Situasi pasar kerja di Indonesia semakin kompetitif, terutama untuk posisi-posisi entry level. Hal ini semakin diperkuat dengan tingginya jumlah lulusan yang terus bertambah setiap tahun. Sedangkan, pertumbuhan lowongan pekerjaan tidak mampu mengimbangi para pencari kerja. Maka, terjadilah persaungan yang sangat ketat.

  • Pengalaman Kerja Minim

Umumnya, salah satu syarat utama dalam lowongan pekerjaan adalah memiliki pengalaman kerja. Hal ini terkadang menumbuhkan permasalahan bagi lulusan baru. Akhirnya banyak generasi-Z yang hanya bisa pasrah dikalahkan oleh orang-orang yang memiliki pengalaman kerja. Selain itu, terbatasnya program magang atau pekerjaan paruh waktu semakin memperburuk permasalahan. Karena, tidak semua generasi-Z memiliki kesempatan, terutama yang berasal dari daerah.

  • Ekspektasi yang Ketinggian

Banyak Gen Z yang memiliki ekspektasi ketinggian tentang sebuah pekerjaan, gaji yang diperoleh, perusahaan, hingga kondisi kerja yang mereka inginkan. Padahal, realita di lapangan terkadang tidak sesuai dengan harapan ideal yang mereka inginkan. Akibatnya, banyak lulusan yang kecewa karena harus bekerja tidak sesuai ekspektasi yang mereka inginkan. Hal ini semakin meningkatkan jumlah pengangguran di Indonesia.

BIM University Menjamin 100% Lulusan Langsung dan Siap Bekerja

IM University Menjamin 100% Lulusan Langsung dan Siap Bekerja

BIM University atau Bali International Management University, merupakan Perguruan tinggi yang memperoleh dukungan sepenuhnya oleh Hasnur Group. BIM University juga menjadi salah satu Universitas dengan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri hingga wiraswasta. Didukung teknologi canggih dan modern, pembelajaran di kampus BIM menjadi sangat fleksibel, menyenangkan, dan mudah dipahami. Memiliki program S1 3 tahun dengan 6 bulan kerja praktik membuat lulusan BIM University sangat mudah memperoleh pekerjaan hingga berwirausaha.

Itulah pembahasan lengkap tentang realita Gen Z yang banyak menjadi pengangguran. Namun, hal itu tidak akan terjadi jika kamu memilih untuk kuliah di BIM University. Kamu bisa mendapatkan berbagai informasi lengkap hingga program beasiswa, dan potongan biaya kuliah dengan mengklik di BIM University, di sini.  

Beasiswa Icon KLAIM BEASISWA