DENPASAR – Universitas Bali Internasional Muhammadiyah (BIM University) semakin memantapkan langkahnya menuju World Class University. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya Duta Besar Kolombia secara virtual dalam rangkaian pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) atau BIM O-Week 2026 di Aula BIM University, Senin (14/9/2026).

Kehadiran Dubes Kolombia pada pukul 09.20 WITA ini menjadi salah satu agenda utama yang disaksikan langsung oleh ratusan mahasiswa baru, Wakil Rektor BIM University Prof. Dr. Anam Sutopo, jajaran Wakil Rektor, serta perwakilan Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah. Sesi ini dirancang khusus untuk membuka wawasan global mahasiswa sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di kampus.
Dalam sambutannya, Duta Besar Kolombia memberikan sorotan tajam mengenai pentingnya relasi lintas negara, mengapresiasi visi ekosistem pendidikan kampus, dan memberikan tantangan langsung kepada para mahasiswa baru untuk memiliki wawasan multidimensional.
Visi global dari Dubes Kolombia ini berpadu sempurna dengan fondasi kebangsaan yang ditanamkan oleh Muhammadiyah. Melengkapi wawasan internasional tersebut, perwakilan PW Muhammadiyah turut memberikan wejangan mendalam tentang posisi strategis mahasiswa Indonesia di tengah persaingan dunia yang dinamis.
“Langkah-langkah yang diambil oleh Muhammadiyah menjadikan BIM University bukan hanya sekedar tempat untuk belajar. Gelar yang kalian raih kelak akan dibawa dan dipertanggungjawabkan, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat. Oleh karena itu, belajarlah berpikir panjang, aktiflah berorganisasi, raihlah prestasi, dan bangunlah karakter yang kuat. Dunia yang kalian hadapi saat ini sangat dinamis dan multidimensional,” tegasnya di hadapan ratusan mahasiswa.
Lebih lanjut, mahasiswa diajak untuk mencermati pesatnya perkembangan negara lain, seperti Korea Selatan yang pendapatannya kini melonjak tujuh kali lipat berkat kekuatan sikap dan perilaku (attitude and behavior) masyarakatnya. Meskipun Indonesia kini berada di urutan ke-17 ekonomi dunia dan ke-13 dalam kekuatan militer, tantangan ke depan masih sangat besar.

“Memanfaatkan seluruh fasilitas serta ekosistem yang ada di kampus ini. Belajarlah dengan tekun dan perkuat jiwa kepemimpinan. Ingatlah satu hal penting: kecerdasan tanpa moral dan etika itu akan sia-sia. Perjalanan ke depan masih sangat panjang dan kalian akan menghadapi berbagai tantangan. Pelaut yang hebat bukan dari laut yang tenang, tapi dari badai yang menantang. Ingatlah untuk terus bertumbuh dan berkembang. Selamat datang di BIM University,” pungkasnya.
Kolaborasi gagasan internasional dari Dubes Kolombia dan kekuatan moral dari Muhammadiyah ini diharapkan mampu mencetak “Bimantara Muda” yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berwawasan global.












