Denpasar, 2025 – BIM University kembali menghadirkan suasana berbeda dalam dunia pendidikan tinggi dengan mengundang langsung Bukie B. Mansyur, aktor dalam film “Pabrik Gula”, dalam sebuah sharing session eksklusif yang digelar di ruang workshop kampus. Acara ini bukan hanya jadi ruang diskusi tentang perfilman Indonesia, tapi juga menjadi ajang refleksi sosial dan kreativitas lintas disiplin ilmu yang menyentuh mahasiswa berbagai jurusan.
Bukie B. Mansyur: Antara Dunia Film dan Realita Sosial

Bukie B. Mansyur, yang dikenal karena aktingnya yang kuat dan penuh karakter, membawa perspektif segar dari industri film yang semakin berkembang di Indonesia. Film Pabrik Gula sendiri bukan hanya karya sinema, melainkan juga cerminan dinamika sosial, ekonomi, dan budaya di tengah masyarakat kelas pekerja—tema yang sangat relevan dengan kehidupan nyata.
Dalam sesi diskusi, Bukie membagikan pengalamannya dalam proses produksi film, tantangan dalam membangun karakter, hingga bagaimana film dapat menjadi alat komunikasi sosial yang kuat. “Film bukan hanya soal hiburan. Ia adalah cermin masyarakat, dan sebagai aktor, saya merasa punya tanggung jawab menyuarakan hal-hal yang seringkali luput dibicarakan,” ujar Bukie di hadapan ratusan mahasiswa yang hadir dengan antusias.
Menyatukan Seni, Sosial, dan Kewirausahaan

Yang menjadikan sesi ini semakin unik adalah bagaimana diskusi berkembang ke arah interdisipliner. Mahasiswa dari jurusan bisnis digital, teknologi pangan, hingga komunikasi berdiskusi aktif tentang bagaimana dunia seni dan film dapat dikolaborasikan dengan dunia usaha dan teknologi.
Salah satu highlight dalam sesi ini adalah ketika Bukie menceritakan bagaimana komunitas film independen di Indonesia kini banyak bertransformasi menjadi startup kreatif. Ini menjadi pemantik inspirasi bagi mahasiswa BIM University yang tengah mengembangkan ide-ide kewirausahaan berbasis seni dan budaya lokal.
Interaktif dan Dekat: Mahasiswa Jadi Bagian dari Cerita

Sesi sharing tidak hanya satu arah. Peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk bertanya langsung kepada Bukie. Pertanyaanya sangat variatif dari proses kreatif pembuatan film, kondisi industri hiburan saat ini, hingga peluang karier di dunia perfilman. Tidak sedikit pula yang mengangkat isu-isu sensitif seperti representasi kelas pekerja dan tantangan distribusi film independen.
Atmosfer diskusi yang hangat dan terbuka ini menciptakan ruang belajar nonformal yang sangat berkesan. Bukie pun memberi pesan penting kepada mahasiswa: “Kreativitas itu tidak datang dari ruang hampa. Ia tumbuh dari kepekaan sosial, kerja keras, dan keberanian untuk bersuara.”
BIM University: Ruang Bertemu Ide dan Inspirasi

Dengan menghadirkan sosok seperti Bukie B. Mansyur, BIM University menegaskan komitmennya sebagai kampus yang terbuka terhadap ide-ide baru dan lintas disiplin. Kampus tidak lagi sekadar ruang belajar teoritis, tetapi menjadi ruang pertemuan antar realita, kreativitas, dan masa depan.













