DENPASAR — Komitmen BIM University dalam memajukan mutu riset dan pendidikan tinggi kembali dibuktikan melalui perannya sebagai tuan rumah penyelenggaraan program Penulisan Proposal Hibah Nasional untuk Dosen Muda dan Vokasi Batch 4. Kegiatan bergengsi berskala nasional yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) ini dilangsungkan secara intensif selama tiga hari, mulai tanggal 23 hingga 25 September 2026.
Agenda strategis tersebut dirancang khusus guna mengakselerasi kemampuan para akademisi muda serta dosen vokasi dari berbagai institusi pendidikan tinggi. Fokus utamanya adalah menggenjot kualitas substansi serta daya saing proposal penelitian maupun program pengabdian kepada masyarakat, agar mampu lolos dan bersaing ketat pada seleksi pendanaan hibah tingkat nasional.
Selama pelaksanaan workshop, para peserta mendapatkan pembekalan materi yang mendalam dari jajaran narasumber serta fasilitator yang ahli di bidangnya. Kurikulum pelatihan mencakup teknik penyusunan latar belakang ilmiah yang tajam, perumusan masalah yang akurat, penentuan metodologi riset yang tepat, hingga strategi pemenuhan target luaran wajib dan tambahan sesuai dengan standar baku penilaian Ditjen Risbang.
Pihak Rektorat BIM University menyambut baik penunjukan kampus ini sebagai lokasi penyelenggaraan. Kepercayaan tersebut dinilai sejalan dengan visi institusi untuk terus menumbuhkembangkan ekosistem riset yang produktif, khususnya bagi tenaga pendidik muda yang tengah merintis rekam jejak akademik profesional. Penguatan kapasitas penulisan ini diyakini menjadi motor penggerak utama dalam menelurkan karya-karya ilmiah yang inovatif dan solutif bagi permasalahan di tengah masyarakat.
Puncak rangkaian kegiatan diisi dengan sesi proposal review clinic. Dalam sesi ini, para peserta mendapatkan kesempatan emas untuk berkonsultasi dan mereview draf proposal secara langsung bersama para reviewer berpengalaman. Pendampingan personal tersebut diharapkan mampu menyempurnakan aspek kebaruan riset, kelayakan metodologi, hingga validitas substansi, sehingga peluang keberhasilan proposal untuk meraih hibah nasional semakin terbuka lebar.












