DENPASAR, BIM UNIVERSITY – Pembelajaran kewirausahaan di Universitas Bali Internasional Muhammadiyah (BIM University) tidak hanya diarahkan pada penguasaan teori, tetapi juga mendorong mahasiswa menghadirkan solusi atas persoalan nyata di dunia usaha.
Hal tersebut ditunjukkan Taufik Ahmad Hadi, mahasiswa Program Studi Kewirausahaan BIM University, melalui tugas akhir yang berfokus pada pengembangan sistem manajemen usaha bagi UD Noja Jaya, sebuah usaha keluarga yang bergerak dalam pengumpulan dan perdagangan besi tua.

Melalui karya tersebut, Taufik merancang sistem pengelolaan usaha yang mencakup empat aspek utama, yakni manajemen sumber daya manusia (SDM), operasional, keuangan, dan pemasaran. Sistem ini disusun untuk membantu UD Noja Jaya meningkatkan tata kelola usaha agar lebih terstruktur, efisien, dan berkelanjutan.
“Pengembangan sistem ini berangkat dari kondisi nyata yang ditemukan di lapangan. Karena itu, rancangan yang dibuat tidak hanya berdasarkan teori, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi UD Noja Jaya,” ujar Taufik.
Berangkat dari Permasalahan Nyata
Dalam proses penyusunan tugas akhir, Taufik melakukan identifikasi terhadap berbagai aktivitas dan kendala yang dihadapi UD Noja Jaya. Pengumpulan informasi dilakukan melalui wawancara, observasi langsung, serta Focus Group Discussion (FGD) bersama pemilik dan pihak yang terlibat dalam kegiatan usaha.
Dari proses tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai pengelolaan usaha yang selama ini masih dilakukan secara sederhana dan belum sepenuhnya terdokumentasi dalam sistem yang terintegrasi.
Pada aspek SDM, sistem yang dirancang membantu memperjelas pembagian tugas dan tanggung jawab sekaligus memberikan perhatian terhadap penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Sementara itu, pada aspek operasional, sistem diarahkan untuk menata alur kegiatan mulai dari penerimaan besi tua, pemilahan, penimbangan, penyimpanan hingga penjualan. Sistem tersebut juga memperkuat pengawasan terhadap barang yang masuk sebagai salah satu langkah untuk mengurangi risiko masuknya barang hasil pencurian.
Pada sisi keuangan, rancangan sistem mendorong pencatatan pemasukan dan pengeluaran secara lebih teratur. Dengan pencatatan yang lebih baik, pemilik usaha dapat memperoleh gambaran kondisi keuangan secara lebih jelas sekaligus memisahkan keuangan usaha dari kebutuhan pribadi.
Adapun pada aspek pemasaran, sistem diarahkan untuk membantu UD Noja Jaya memperluas jangkauan pelanggan dan membangun jaringan bisnis sehingga pengembangan usaha tidak hanya bergantung pada pelanggan yang telah ada.
Dari Ruang Kelas ke Dunia Usaha
Pengalaman Taufik dalam mengembangkan sistem manajemen bagi UD Noja Jaya menjadi gambaran penerapan pembelajaran berbasis praktik yang dikembangkan Program Studi Kewirausahaan BIM University.
Melalui proses tersebut, mahasiswa mendapatkan pengalaman mulai dari mengidentifikasi permasalahan, mengumpulkan data, menganalisis kebutuhan usaha, hingga menyusun solusi yang dapat diterapkan secara langsung.
“Bagi kami, tugas akhir bukan sekadar kewajiban akademik. Mahasiswa diharapkan mampu melihat persoalan di lapangan dan menerjemahkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan menjadi solusi yang memiliki manfaat bagi masyarakat maupun dunia usaha,” ungkap [Nama Dosen Pembimbing], dosen pembimbing tugas akhir Taufik.
Pengembangan sistem manajemen tersebut diharapkan dapat membantu UD Noja Jaya meningkatkan efisiensi pengelolaan usaha, memperbaiki pencatatan keuangan, memperjelas pembagian tugas, memperkuat pengawasan operasional, serta membuka peluang pemasaran yang lebih luas.
Bagi BIM University, karya tersebut menjadi salah satu bentuk nyata komitmen perguruan tinggi dalam membangun pembelajaran kewirausahaan yang tidak hanya berorientasi pada penciptaan usaha baru, tetapi juga pada kemampuan mahasiswa untuk memperbaiki dan mengembangkan usaha yang telah berjalan.
Inovasi kewirausahaan, dalam konteks ini, dapat hadir melalui pembenahan sistem dan tata kelola. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menjadi calon wirausahawan, tetapi juga mampu berperan sebagai problem solver yang memberikan nilai tambah bagi dunia usaha dan masyarakat.












